Tampilkan postingan dengan label Kelinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelinci. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Mengenal Jenis Ras Kelinci (Inc. Foto)

Bukasanabukasini – Postingan ini masih berhubungan dengan hobi teman – teman yang doyan memelihara kelinci. Tidak hanya anjing yang memiliki ras bermacam-macam, namun kelincipun memiliki ras yang sangat bervariasi. Masing-masing dari jenis kelinci memiliki ukuran tubuh, warna, panjang bulu, pertumbuhan dan manfaat yang berbeda-beda antara ras kelinci satu dengan ras kelinci lainnya. Di dunia ini, terdapat lebih dari 72 jenis ras kelinci yang tersebar, tapi dari sekian banyak ras yang ada, hanya beberapa ras saja yang dikembangkan termasuk kelinci ternak. Jenis Ras & Foto.
Bukasanabukasini.











Nah, bagi anda pecinta kelinci atau anda yang hobi memelihara kelinci ataupun bagi anda yang ingin memiliki kelinci harus mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis ras kelinci yang ada. Nah, setelah anda mengenal jenis kelinci, baru anda dapat memilih kelinci yang ingin anda miliki. Tapi jangan lupa merawat kelinci  peliharaan anda setelah anda memilikinya, sebagai pecinta kelinci hal ini wajib dilakukan. :)
Berikut jenis ras kelinci yang umum terus dikembangkan plus dengan Foto-fotonya:
1.    Ras kelinci jenis Angora
2.    Ras kelinci jenis Lyon
3.    Ras kelinci jenis American Chinchilla
4.    Ras kelinci jenis Dutch
5.    Ras kelinci jenis English Spot
6.    Ras kelinci jenis Himalayan
7.    Ras kelinci jenis Flemish Giant
8.    Ras kelinci jenis Havana
9.    Ras kelinci jenis Lop
10. Ras kelinci jenis Nederland Dwarf
11. Ras kelinci jenis New Zealand White
12. Ras kelinci jenis Polish
13. Ras kelinci jenis Rex
14. Ras kelinci jenis Satin
15. Ras kelinci jenis Tan
16. Ras kelinci jenis Californian
17. Ras kelinci jenis Champagne d’Argent
18. Ras kelinci jenis Carolina
19. Ras kelinci jenis Checkered Giant
20. Ras kelinci jenis Siamese Sable
     21.Ras kelinci jenis Silver

Foto - Foto :
Anak kelinci umur 1 - 3 hari.
-
Anak-anak Tan umur 1 bulanan.
Angora.




American Sable.
Argente Champagne.
Belgian Hare
Californians white.
Checkered Giant.
Black Dutch.
Orange Dutch.
Dwarf Lop Rabbit.
Flemish Giant.
Havana.
Himalayan.
White Himalayan.
Jersey Wooly.
Lion Head.
Siamese Sable.
Holland Black Lop.
Lop Rabbit.
Mini Lop.
Silver Marten Blue.
Rex Broken Black.
Mini Rex
Mini Satin.
Netherland Dwarf.

Tan.









Mohon maaf jika foto yang kami muat kurang banyak. Terima kasih.

Baca Selengkapnya......

Sabtu, 01 Oktober 2011

Beberapa Penyakit Pada Kelinci

Bukasanabukasini – Jumlah kematian kelinci yang di sebabkan penyakit pada kelinci cukup tinggi, bisa berkisar 15% – 40%. Nah kematian yang paling tinggi terjadi dari masa kelahiran hingga penyapihan. Bagaimana bisa begitu?
Bukasanabukasini.


Faktor penyebab timbulnya penyakit bisa di sebabkan beberapa hal, misalnya :
1. Kelemahan dalam menjaga sanitasi kandang
2. pemberian pakan berkualitas jelek,
3. volume pakan kurang,
4. air minum kotor atau kurang,
5. kekurangan zat nutrisi (protein, vitamin, mineral),
6. tertular kelinci lain yang menderitasakit,
7. perubahan cuaca,
8. dll
Kelinci sakit menunjukkan gejala yang cukup mencolok. Antara lain lesu, nafsu makan hilang, mata sayu, dan suhu badan naik turun. Untuk kelinci yang sakit baiknya di masukkan ke kandang karantina, untuk di rawat sendiri.
Nah untuk postingan kali ini Bukasanabukasini akan membahas penyakit kelinci yang sering menyebabkan kematian :

1.   Enteritis Kompleks
Penyakit ini menyerang alat pencernaan, dan menjadi penyebab kematian paling umum pada kelinci di peternakan. Korbannya anak-anak kelinci yang masih menyusu. Anak kelinci yang sembuh dari penyakit ini pertumbuhan selanjutanya kurang baik. Dikalangan peternak, penyakit ini di kenal dengan beberapa nama, antara lain kembung, mencret, dan bloat. Penyebabnya bisa karena udara lembap, basah, atau terkena angin malam secara langsung, dan cuaca jelek. Kembung juga bisa di sebabkan salah makanan, karena perbandingan serat kasar,protein, dan lemak tidak tepat. Gejala kembung, kelinci berdiri dengan posisi membungkuk, kaki depan agak maju. Daun telinga turun, mata suram memincing. Gigi berkerokot menahan sakit. Kelinci tampak haus, selalu mendekati air minum. Kaki depan di masukkan ke dalam tempat air minum.

Ketika buang kotoran, warnanya hijau gelap, bau, lendir menggantung pada dubur. Penyebabnya kandungan serat kasar pakan terlalu tinggi, lebih dari 22%. Pengobatannya dapat dilakukan dengan menyingkirkan hijauan dan air minum yang tersedia.Selama satu hari kelinci diberi pakan hay atau daun kacang kering, diobati dengan antibiotik yang di berikan pada makanan induk yang sedang menyusui atau ke dalam air minumnya. Setelah sembuh dapat diberi pakan seperti biasa. Secara umum enteritis kompleks terjadi karena kelinci salah makanan, jenis makanan yang di berikan tidak cocok atau sering berubah macamnya, terlalu banyak makan hijauan basah, cuaca jelek,kondisi kandang jelek, dan anak kelinci terlalu cepat disapih. Kelinci dewasa yang kurang serat kasar, atau anak kelinci yang terlalu banyak memeperoleh serat kasar juga mudah terserang enteritis kompleks.

2.   Pasteurellosis
Penyakit ini sering menyerang kelinci dewasa, baik jantan maupun betina. Penyakit ini menyerang alat pencernaan. Penyebabnya kuman Pasteurella multocida. Serangan dimulai dari saluran pencernaan bagian atas. Infeksinya menjalar pada organ-organ lain, terutama uterus, testicles, dan kelenjar susu. Pencegahannya dapat dengan membuang kotoran yang lebih sering dengan dikombinasikan adanya ventilasi yang baik dapat mengurangi timbulnya penyakit karena pasteurellosis.

3.   Young Doe Syndrome
Penyakit ini terjadi pada kelinci-kelinci betina pada kelompok kelahiran yang pertama dan kedua. Penyebabnya adalah septicemia akibat mastitis sehingga terjadi bengkak pada kelenjar susu. Kuman stapphylorus aureus memasuki kelenjar susu melaui luka pada kelenjar atau puting susu. Karena mastitis, suhu badan induk panas, nafsu makannya kurang. Puting susu bengkak dan keras, sehingga induk tak mau menyusui anaknya. Anaka-anak kelinci mati karena tak mendapatkan susu dari induknya. Induk sakit diisolasi. Penyakitnya dapat di sembuhkan kalau belum terlambat. Obatnya, suntikan dengan Penicilin, Dexatozoon, Sulmethonl, Sulfa Strong atau Oxylin. Selain itu, kandang dibersihkan, di semprot atau di cucui dengan Asepto. Anak-anak kelinci selama induknya sakit di pelihara di kandang lain, diberi Rabbit milk, atau lebih mudahnya bisa di berikan susu kambing etawa sebagai alternatif.

4.   Kokkidiosis
Penyakit ini terutama menyerang kelinci yang di pelihara di atas lantai. Penyebabnya kuman parasit (protozoa) yang menyerang usut atau hati. Parasit yang menyerang hati banyak menimbulkan kematian pada anak kelinci. Hati yang terserang kokkidiosis terlihat bercak-bercak puktih kalau di bedah. Penularan penyakit lewat mulut. Bibit penyakit lewat mulut. Bibit penyakit tertelan lewat makanan, air minum, atau sesuatu yang mengandung penyakit yang dijilati kelinci.Pada musim hujan yang panjang dan kondisi peternakan kotor, serangan penyakit ini mudah sekali timbul. Gejala nya kokkidiosis antara lain nafsu makan turun, badan kurus, lesu, dan berat badan terus merosot. Gigi berkerot-kerot menahan sakit, beraknya mencret bercampur darah atau berlendir putih. Pengobatannya, kelinci sakit di obati dengan obat-obatan yang mengandung sulfa untuk menghambat diare. Misalnya, sulfa quinoxalin, Trisulfa, Sulfa Strong, dan Noxal. Dapat juga diobati dengan Stop Diare yang mengandung Tetracycline, atau Eludron yang berupa obat tetes. Sanitasi kandang dan lingkungan dilakukan ketat. Kandang harus bersih dan berventilasi baik. Udara dalam kandang pun segar karena sirkulasinya bagus. Membatasi kunjungan orang dipeternakan dan menjaga kualitas ransum agar bersih dan bermutu baik juga harus dilakukan.

5.   Sembelit
Penyakit ini menunjukkan gejala tak bisa berak. Kencing sedikit sekali. Kelakuan kelinci sangat gelisah. Penyebabnya, pemberian ransum kering kurang diimbangi dengan kebutuhan air minum yang cukup. Imbangan serat kasar dalam ransum kering dengan pakan hijauan kurang tepat. Kelinci kurang gerak karena kandang terlalu sempit. Pengobatannya dilakukan dengan memberi kelinci air minum sebanyak-banyaknya. Sediakan banyak hijauan, sayuran, atau buah-buahan. Selain itu, lepaskan kelinci di luar kandang agar mendapat udara segar dan bergerak sebanyak-banyaknya. Pakan yang seimbang antara ransum kering dan hijauan dapat mencegah terjadinya sembelit. Air minum dicukupi, tambahkan vitamin dan mineral untuk pelengkap gizinya. Kandang yang sudah sempit diganti dengan yang lebih lebar agar kelinci yang tinggal di dalamnya nyaman.

6.   Pilek
Gejalanya mudah hidung kelinci mengeluarkan lendir berwarna jernih atau keruh, selain itu juga sering bersin-bersin. Kaki depan selalu berusaha menggaruk hidung. Kaki dan bulu badannya ikut basah. Mata sembap, basah, berair. Penyebab penyakit susah dipastikan, mungkin bakteri atau virus. SIfat penyakit sangat menular, menyerang selaput lendir pada saluran hidung. Infeksi dapat menyebar ke tenggorok dan paru sehingga menimbulkan sesak napas. Langkah penanganannya, penderita harus di rawat. Hidung yang penuh ingus disemprot larutan antiseptik, kerak yang mengeras dibersihkan dengan air hangat. Obati kelinci dengan antibiotik seperti Penicilin atau Anticold. Penyakit pilek mudah timbul kalau lingkungan kandang lengas dan basah. Sirkulasi udara yang jelek cepat membantu penyebarannya. Penularan pilek dapat dicegah kalau sanitasi kandang baik, populasi kandang tidak padat, volume pakan cukup dan tinggi nilai gizinya, ternak banyak bergerak, dan cukup mendapat sinar matahari pagi setiap hari.

7.   Pneumonia
Alias radang paru menyerang alat pernapasan, yaitu paru-paru. Penyebabnya kuman Pasteurella Multocida. Gejalanya, kepala sering diangkat tinggi-tinggi karena susah bernapas. Mata dan telinga kebiru-biruan, kadang-kadang keluar cairan bernanah. Kotorannya encer. Penyakit ini biasanya menyerang kelinci yang kondisi badannya agak menurun, terutama induk menjelang melahirkan anak kedua atau ketiga kalinya. Penyebab awal,kelinci di kandang sering terkena aliran angin langsung., udara di dalam kandang lembap, dan pakan bergizi buruk.Penyakit radang paru sukar disembuhkan, kecuali kalau penderita memperoleh pengobatan ketika gejala sakit masih pada tahap permulaan. Obatnya Penicillin, Oxylin, atau Sulfa Strong yang diberikan lewat suntikan.

8.   Kudis
penyakit ini menimbulkan gatal-gatal. Bagian tubuh yang terserang mula-mula kepala, lalu menjalar ke mata, hidung, kaki, dan kemudian seluruh tubuh. Penyebabnya kutu Sarcoptes Scabiei sehingga penyakitnya disebut scabesiosis alias kudis. Kutu kudis berbentuk hampir bulat, berkaki empat pasang. Kutu jantan berukuran 0,2-0,24 mm, sementara betina 0,33-0,6 mm, kutu berkembang biak dengan telur, sekali bertelur 40-50 butir. Kutu betina masuk di bawah kulit dengan merusak lapisan kulit bagian atas. Kerusakan kulit menimbulkan luka dan gatal-gatal. Akibatnya timbul infeksi kulit. Kulit kemerah-merahan, bulu rontok, disertai gatal-gatal yang menyiksa. Saking seringnya kelinci menggaruk-garuk dan menggosok-gosokkan badan pada dinding kandang, seluruh badan kelinci akan penuh koreng. Badannya cepat kurus, makan tak mau, dan akhirnya bisa mati. Kelinci terkena kudis harus disingkirkan di kandang isolasi. Bersihkan kandang yang dihuni, lalu disemprot disenfektan (obat pembasmi hama; Asuntal, Neguvan, Notick) dengan cermat. Kandang dijemur dan dibiarkan kosong minimal sampai 15 hari. Untuk penanganannya,kelinci sakit di cukur bulunya di sekitar bagian yang kudisan. Cuci lukanya dengan air hangat. Setelah bersih dan di lap kering, olesi luka dengan obat kudis, misalnya salep belerang, Caviam, atau Scabicid Cream. Pengobatan dilakukan setiap dua hari sekali.

9.   Kanker Telinga
Penyakit ini di tandai rasa gatal dan sakit pada telinga yang terserang. Kepala sering digoyang-goyangkan dan di geleng-gelengkan. Daun telinga digosok-gosokkan segingga kulit telinganya yang putih menjadi kemerah-merahan. Cairan keluar dari jaringan yang rusak, lalu mengeras membentuk kerak. Kelinci yang terserang menjadi kurus karena gelisah dan tak tenang. Penyakit ini di sebabkan kutu yang hidup di permukaan kulit sebelah dalam telinga. Pada pangkal telinga agian dalam terdapat endapan sisik kekuning-kuningan. Kelinci yang sehat hidup berdekatan dengan penderita harus ikut diobati karena penyakit mudah menular. Bagian telinga yang terserang diolesi dengan obat pembasmi kutu. Obat dibuat dengan campuran 1 bagian yodium, 25 bagian minyak kelapa, dan 10 bagian alkohol. Obat di oleskan menggunakan kapas.

Untuk Tips merawat kelinci klik DiSini<<


Sumber : Pecinta Kelinci

Baca Selengkapnya......

Jumat, 30 September 2011

Cara Merawat Kelinci Dengan Baik dan Benar

Bukasanabukasini Kelinci adalah hewan peliharaan yang banyak digemari. Karena ukuran badannya yang mungil, lucu, imut dan menggemaskan, dan juga bulunya yang halus dan tebal, tentunya tidak heran saat ini masih banyak penggemarnya. Bahkan kelinci bisa dikembangbiakkan dan juga menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Untuk postingan kali ini edisi khusus bagi penghobi, atau penggemar yang sangat mencintai dan menyayangi hewan yang satu ini. Yang sangat penting dalam pemeliharaan kelinci adalah perawatan yang teratur. Seperti apa? Klik disini.
Bukasanabukasini.



Kandang
Kandang kelinci haruslah aman dari berbagai cuaca seperti panas, dingin, angin dan lembab. Keadaan lantai kandang harus selalu kering dan nyaman bagi kelinci, serta menyediakan tempat sanitasi atau tempat kotoran kelinci. 
Hindari menempatkan kelinci dalam jumlah banyak dalam kandang yang sempit, jadi harus dikira-kira dalam penempatan jumlah kelinci sesuai luas kandangnya.


Makanan
Dalam memberikan sayuran jangan dalam bentuk “segar” pastikan harus dalam keadaan layu dan tidak busuk (jangan diberikan langsung dari lemari es).Proses pelayuan berguna untuk mempertinggi kadar serat kasar,juga untuk menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret (kecuali kelinci anda makan tumbuh-tumbuhan dari alam bebas) 
Untuk makanan tambahan bisa anda berikan pur burung berkicau (ukuran pemberian 70% sayuran 30% pur burung) atau bisa diberikan dedak yang dicampur dengan nasi,berbagai macam sayuran diberi air sedikit-diaduk lalu diberikan ke kelinci

Ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam melakukan perawatan kelinci selain memperhatikan kandang dan makanannya, Antara lain :
Sebaiknya kelinci dilepas di halaman, biarkan mereka bermain dengan sambil melahap makanan mereka, dan dimasukkan kembali ke dalam kandang pada sore hari.
Kelinci muda atau masih kecil, sebaiknya jangan terlalu banyak digendong atau dipegang-pegang, hal ini akan membuat kelinci menjadi stres..

Baca juga postingan kami mengenai beberapa penyakit pada kelinci, Jenis – jenis ras kelinci, dan juga foto – foto kelinci yang tentunya imut – imut dan menggemaskan.  ^_^

Baca Selengkapnya......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...