Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2011

J. K. Rowling Pengarang Novel Harry Potter

BukasanabukasiniJoanna Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J. K. Rowling adalah seorang pengarang buku satu seri novel fantasi yang kini tengah mendunia, Harry potter, lahir pada 31 Juli 1965 di Chipping Sodbury, dekat Bristol, Inggris.

Bukasanabukasini. (J. K. Rowling).


Ia menjadi sorotan kesusasteraan internasional pada tahun 1999 saat tiga seri pertama novel remaja Harry Potter mengambil alih tiga tempat teratas dalam daftar "New York Times best-seller" setelah memperoleh peringkat yang sama di Britania Raya. Kemudian, saat seri ke-4, Harry Potter dan Piala Api diterbitkan pada bulan Juli tahun 2000, seri ini menjadi buku paling laris penjualannya dalam sejarah.
Bukasanabukasini.


Wanita yang pernah bersekolah di Universitas Exeter jurusan sastra prancis ini memiliki seorang putri yang bernama Jessica dari perkawinan pertamanya. Siapa yang bisa menyangka, hidup Rowling dulu begitu miskin dan serba kekurangan kini menjadi seorang novelist terkaya?

Pada bulan Desember 2001, Rowling pun menikah dengan Dr. Neil Murray di Skotlandia. Ia memiliki dua malaikat kecil dari perkawinan keduanya ini, masing-masing laki-laki dan perempuan.

Rowling menjadi sangat beruntung, setelah keseluruhan edisi bukunya diproduksi dalam bentuk layar lebar. Dan keseluruhannya merengkuh kesuksesan yang luar biasa. Siapa yang bisa menyangka, cita-citanya semasa kecil yang ingin menjadi seorang penulis bisa terwujud sebegini terkenalnya hanya karena kereta yang ditumpanginya mogok sekitar empat jam, dan saat itulah ide tentang Harry Potter muncul di benaknya.

Baca Selengkapnya......

Minggu, 21 Agustus 2011

Kisah Anak Tukang Tambal Ban Ikut Jamuan Makan Malam Presiden SBY

Bukasanabukasini, JAMBI - Apa rasanya jadi seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada upacara 17 Agustus di Istana Merdeka? Jelas sebuah pengalaman membanggakan. Dan itulah yang dirasakan duta Provinsi Jambi, Mariati Uli Sitompul, siswi SMA Titian Teras. Mimpi itu jadi kenyataan. Mimpi mengikuti upacara bendera di Istana Kemerdekaan tak melulu milik mereka yang berasal dari gedongan. Mariati pun memiliki mimpi itu dan ternyata, anak seorang tukang tambal ban ini mampu meraih mimpinya tersebut.

Bukasanabukasini.

Rasa bangga pun tak hanya dirasakan Mariati. Sang ayah, Sudung Sitompul mengaku sangat bangga dengan putrinya itu. Bahkan saking bahagianya, Sudung rela ke Jakarta dengan merogoh kocek sendiri. Ini demi memberi semangat agar anaknya makin percaya diri. Kini, tugas mengibarkan dan menurunkan bendera dalam upacara HUT ke-66 Kemerdekaan RI di Istana Kemerdekaan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sudah usai. Namun kegiatan Mariati masih sibuk. Usai mengikuti jamuan makan malam di Istana Kepresidenan, dia masih memiliki segudang agenda.

Sudung pun tidak bisa leluasa bertemu Mariati. Menurutnya,Mariati masih berada dalam pengawasan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sudung mengaku hanya bisa menemui Mariati sekitar lima menit pada Rabu (17/8) sore selepas Parade Senja atau upacara penurunan bendera. Sudung mengatakan setelah menjalankan tugas, Mariati mendapat jamuan makan malam di Istana Kepresidenan. Selain itu, Sudung juga mengatakan Mariati mendapat undangan jamuan makan dari banyak instansi dan pejabat negara satu di antaranya bersama Menpora Andi Mallarangeng. "Kita dapat dua undangan untuk besok, tapi di Cibubur," ujar Sudung. Sebagai orangtua, Sudung mengaku bangga akan capaian anaknya mewakili Provinsi Jambi di tingkat nasional, terlebih menjadi anggota Paskibraka. Selain bangga, Sudung juga mengaku bahagia.


Bagi Sudung prestasi Mariati merupakan sebuah berkah langsung dari Tuhan Yang Maha Esa. Ia memandang prestasi Mariati sebagai berkah lantaran status sosial ekonomi dirasa tidak layak dan cukup untuk mengantar Mariati meraih satu posisi dalam Paskibraka. Sudung mengatakan, diri dan keluarganya tidaklah masuk kategori keluarga kaya. Sudung mengatakan, penghasilannya sangatlah pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Sudung mengaku hanya menjadi tukang tambal ban untuk mencukupi kebutuhannya. Walau hanya bekerja sebagai tukang tambal ban, Sudung mengaku ikhlas dan siap mendukung perkembangan anak-anaknya. Sudung pun mengatakan untuk memenuhi undangan Presiden ke Jakarta dan mendukung anaknya, ia rela merogoh kocek sendiri untuk biaya ke Jakarta. "Tidak ada akomodasi atau tiket dari pemerintah, semua uang pribadi," ujar Sudung. Agar bekal perjalanannya cukup, Sudung pun mengaku menumpang tinggal di rumah keluarganya yang ada di Jakarta "Saya sudah tahu. Kita berharap agar jadwal pelantikan bisa ditentukan"
Jadikan kisah ini sebagai inspirasi Anda. Bahwa, apa yang kita inginkan, apa yang kita cita - citakan apabila diimbangi dengan semangat yang tinggi dan doa, semua itu akan terwujud.

Baca Selengkapnya......
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...